[Resensi] Pulang-Pergi - Tere Liye

Saturday, January 02, 2021

Judul : Pulang - Pergi
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara 
Tebal Buku : 414 hlm; 20cm
Kota Terbit : Depok - Jawa Barat 
Tahun Terbit : 2020
Harga : Rp. 89.000,-
Sinopsis Buku:
"Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaimana jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi."

***

Master Dragon terbunuh setelah Keluarga Tong berhasil bersekutu dengan Keluarga Yamaguchi dan Bratva. Masih ingatkah bagaimana Bujang yang waktu itu sebagai Tauke Besar Keluarga Tong membujuk Otets, pimpinan Bratva?
 
Ia harus mengalahkan Maria, putri tunggal Otets. Di akhir cerita, Maria menyerahkan gelang sebagai simbol kemenangan Bujang. Menang atas bergabungnya Bratva dengan Keluarga Tong dan juga menang atas hati Maria. Maria telah memilih Bujang sebagai calon suaminya.
 
 
Disinilah cerita "Pulang - Pergi" ini dimulai. Pertunangan Bujang dan Maria akan segera digelar setelah beberapa kali undangan Otets tidak dipedulikan Bujang. Kali ini undangan itu penuh dengan ancaman sehingga Bujang merasa harus datang menemui Otets, meminta untuk membatalkan pernikahannya dengan Maria. Ia pun meminta bantuan Tuan Salonga untuk menemaninya. Tentu saja Tuan Salonga menolak. Tapi mereka tetap berangkat, dengan catatan, mereka tidak meminta membatalkan pertunangan, hanya meminta waktu untuk mengenal Maria lebih dalam. Mereka berangkat bertiga. Salonga membawa Junior, murid barunya, itu salah satu syarat yang diajukan Salonga.
 
Sesampainya disana, dia bertemu Thomas, konsultan keuangan di "Negeri Para Bedebah". Thomas diundang Otets untuk membahas proyeknya. 

Hingga hari pertunangannya tiba, Salonga belum menemukan waktu yang pas untuk membahas tujuan utama dari kedatangan mereka, mengundurkan perundangan. Justru kabar buruk yang mereka terima, pertunangan dibatalkan karena akan langsung digelar pernikahan. 

Bujang tidak dapat berkelit. Dia hanya berharap pada sebuah keajaiban, dan Sang Penulis Buku memberikan keajaiban tersebut. Tak ada yang mengira acara tersebut disusupi oleh pengkhianat. Dia adalah Natascha, mantan two spies Bratva. Dia berhasil membunuh Otets. Bujang, Salonga, Maria, Thomas, dan Junior berhasil melarikan diri. Namun, kini mereka menjadi buronan dengan bayaran paling mahal. Bujang pun meminta bantuan Si Kembar, Yuki Kiko dan White.

Akankah mereka berhasil menakhlukkan Natascha? Apakah Bujang jadi menikahi Maria?

***

SERU BANGET WOIIII! Nggak ngerti lagi kenapa Tere Liye bisa meramu buku ini menjadi sesuatu yang sangat seru untuk dibaca.

Kisah cinta Bujang dan Maria yang sungguh sangat menggemaskan. "Catat baik-baik, aku tidak mencari suami untuk melindungiku, Bujang." (Hal. 71)

"... Berhentilah sok perhatian, sok menghiburku. Kau belum jadi suamiku. Jadi kkau tak bertanggung jawab melakukan nya." (Hal. 115)

Bergabungnya Thomas dengan rombongan Bujang juga menambah seru cerita ini. Thomas adalah sosok yang cerdas, supel, dan juga humoris. Sudah bisa dipastikan kalau ada Thomas, maka alur cerita akan mampir sebentar ke penjara.

qa
Sumber : FB Tereliye

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.