Usia 21 Bulan

Wednesday, December 23, 2020

Bulan ini termasuk bulan yang berat dalam pengasuhan anak. Perkembangan emosi nya terlihat sangat pesat hingga membuat ku sering menghela napas panjang.


Bertindak Sesuai Kehendak 

Tiap kali melakukan sesuatu, anak ini tidak bisa dikasih tahu. Pokoknya harus sesuai apa yang diinginkan. Dia ingin belajar sebab akibat dengan merasakan apa yang dirasakan, bukan dari apa yang ia dengar. Semakin dilarang, semakin semangat untuk melakukan nya. 


Contoh:

"Jajan nya jangan ditumpah ya." 

Tetap saja ditumpah kan nya, bahkan ketika ku mulai tegas pun, dia tetap melakukan nya. 


Posesif

"Aku sayang ibuk. Ibuk adalah milikku. Tak ada yang boleh menyakiti ibuku, termasuk menyentuh nya." Demikianlah yang ingin ia sampaikan ke bapaknya. Kalau Si Bapak tetap memaksa pegang ibuk, dia akan teriak "Jaangaaaan. Gak boleeeh." 


Semua Serba Ibuk

"Pokoknya ibuk. Nggak mau yang lain." 

Apa saja, kalau ada ibuk, semua harus ibuk. Membukakan jajan, menyalakan HP, mencuci tangan, semuanya. 


Sebenarnya ini tanda kelekatan yang baik yah. Si anak bergantung pada ibunya. Tapi jujur, benar-benar melelahkan. Ya kalau anaknya nurut sih masih mending, tapi kan sekarang masih fase ngeyel, nggak bisa dikasih tahu. Apa-apa harus ibu, tapi nggak mau dengerin apa kata ibu. Huh, benar-benar menguras emosi, jadi gampang marah. ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜” Minta tolong suami buat gantian jaga, anaknya nggak mau dong ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ kan aku jadi ๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ต


Tapi nggak apa-apa, semua pasti akan berlalu. 


Berimajinasi

Terlalu sering nonton HP ternyata ada manfaatnya juga. Salah satunya bisa memberikan gambaran drama yang ada di kehidupan. Misalnya 

- Beli dan makan eskrim

- Pakai perban saat terjatuh


Dari tontonan tersebut, kami pun mulai bermain peran. 

"Aduh sakit, teban (perban)." 


Kemudian melihat barang/mainan/rumput, dia akan menganggapnya sebagai eskrim. Sayangnya, 'eskrim' tersebut benar-benar masuk mulut. Jadilah ia sering memasukkan barang-barang ke mulutnya, dan ketika dilarang dia akan tetap melakukannya. 


Sabar. Sabar. 


Bisa Menyusun 2 atau 3 Kata

"Mau nen" 

"Yuz (menyebut namanya sendiri) nta (minta)" 

"Yok naik obil yuk."

"Peyut ibuk nyi." (perut ibuk bunyi) 

"Ni hape ibuk ni."


Dia mulai berusaha menyusun kalimat panjang tapi masih belum jelas. Pengucapan untuk beberapa kata pun masih belum terdengar tepat, tapi nggak apa-apa, sedang belajar. 

 

Suka Berbagi

Anak ini kalau punya sesuatu, misal makanan/mainan, ia akan membagikan kepada ibu atau bapaknya. Misal lagi main eskrim,"Ini bapaknya (buat bapak), ini fayuz."

 

Pernah juga tetangga menawari setoples kue nastar. Dia mendekat dan mengambil kue. Ambil satu pakai tangan kanan, kemudian bilang "satu lagi" terus ambil pakai tangan kiri. Setelah itu dia mendekat padaku, terus bilang "Ni Ibuk" sambil memberikan satu kue. Ya Allah, manis banget.

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.