Day3 : Kenapa Wamubutabi?

Thursday, November 22, 2018
Aku memilih 'wamubutabi' sebagai nama blog yang sudah berusia delapan tahun ini. Bagi yang baru pertama kali mendengarnya, pasti akan susah mengejanya, WA-MU-BU-TA-BI. Padahal kalau sudah tahu kepanjangannya, pasti akan mudah mengucapkannya.


Wamubutabi merupakan akronim dari Walau Mulut Bungkam Tangan Bicara. Entah kenapa sewaktu membuat blog langsung kepikiran untuk memberi nama tersebut. Saat menentukan alamat blog (url) pun langsung inisiatif menyingkat nama blog hingga tercipta nama yang ciamik, wamubutabi.

Walau mulut bungkam tangan bicara, mungkin satu kalimat itulah yang menggambarkan kepribadianku. Ketika orang lebih mudah mengungkapkan apa yang ada dipikirannya (ide, cerita, keluh kesah) dll. dalam bentuk verbal, aku justru lebih nyaman mengeluarkannya dalam tulisan. Aku tak bisa mengungkapkan apa yang ada di benakku, mulutku membungkam. Sikap seperti inilah yang terkadang menimbulkan misskomunikasi dan kadang membuatku stres sendiri. Ketika ingin diperlakukan A, tapi karena tak mampu mengatakannya, maka harus puas diperlakukan B. Kadang masih bisa mentoleransinya, tapi ada kalanya aku merasa lelah dan terpuruk. Disaat itulah menulis menjadi penawar ampuh untuk self healing. Ketika mulut hanya membungkam, tangan yang akan berbicara (entah mengetik atau tulis tangan) dengan menyusun kata-kata menjadi sebuah tulisan. Itulah mengapa nama blog ini tercipta.


Melalui blog ini, semua keluh kesahku ku utarakan. Nggak semua juga sih, karena ada proses filtering sebelum tulisan itu ku publish. Tulisan yang sekiranya menyinggung perasaan orang lain atau cukup membuat orang lain merasa tidak nyaman perlu aku endapkan terlebih dahulu. Kalau memungkinkan untuk diedit, akan ku perbaiki tata bahasanya, kalau tidak memungkinkan ya udah stop, nggak perlu di publish. Yang terpenting emosi sudah tersalurkan lewat tulisan, meski tidak dibaca orang lain.

Seiring berjalannya waktu, usai blogwalking, ada sebuah tulisan yang mengatakan bahwa nama blogmu bisa jadi cerminan atas dirimu, aku lupa kalimat lengkapnya bagaimana, tapi dari situ aku mulai mengkaji ulang nama blog ini. Walau Mulut Bungkam Tangan Bicara, memang aku banget. Tapi, ku rasa ada yang salah. Ada kalanya kita perlu mengatakan apa yang kita inginkan, tak melulu harus dipendam, yang nantinya malah akan jadi beban pikiran. Aku harus berubah! Itulah mengapa saat mengubah template, aku tak lagi mencantumkan "Walau Mulut Bungkam Tangan Bicara".

Baca : Tips Sederhana Mengubah Template Blog

Akan tetapi, aku masih menyukai nama "WAMUBUTABI", jadi tetap ku pertahankan. Tadinya ingin membuat kepanjangan baru dari wamubutabi, tentunya yang memberikan energi lebih positif dibanding Walau Mulut Bungkam Tangan Bicara, tapi masih buntu.

Wanita
Muda
Bu..
Ta..
Bi..

Ada ide?

2 comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.