Apa yang Perlu Dilakukan Saat Emosi Menguasai?

Friday, June 08, 2018
Banyak hal di dunia ini yang tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita inginkan. Ketika suasana hati sedang baik, maka kita bisa memaklumi dan menerimanya. Namun sebaliknya, saat suasana hati sedang kacau, ada saja alasan untuk menolak keadaan. Tak seperti yang ku harapkan, seharusnya begini, semestinya begitu, semua hal negatif memenuhi kepala. Kita menjadi emosi dan ingin memaki. Marah, mangkel, kesel akhirnya bersedih meratapi keadaan, "Kenapa semua ini terjadi?"

Lantas apa sih yang perlu kita lakukan untuk menenangkan hati kala emosi dan sedih menghampiri?

1. Menulis
Marahlah dengan kata-kata, memakilah lewat tulisan. Silahkan mengumpat dan mencaci maki tanpa keluar suara. Luapkan segala yang ingin dikatakan dalam bentuk tulisan. Sebaiknya tulisan disimpan saja sebagai dokumen pribadi. Tapi kalau gatal ingin sekali membagikan ke media sosial, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  1. Atur privasi tulisan "Only me" atau hanya kita saja yang bisa membaca tulisan tersebut
  2. Kalau tetap ingin diatur "Public", hapus tulisan setelah kita merasa tenang
  3. Jika tak ingin tulisan dihapus, maka baca ulang, lakukan editing, pastikan tidak ada orang yang merasa sakit hati setelah membaca tulisan kita
  4. Jangan mengharapkan perhatian orang lain, minta dikasihani, seolah-olah diri kita menjadi orang paling menderita di dunia
  5. Bersikaplah sok kuat di mata orang lain, tulisan kita hanya sebatas penyalur emosi, bukan meminta orang lain berpihak pada kita

2. Menangis
Emosi tersampaikan, yang tersisa hanyalah kesedihan. Dan tanpa menunggu diperintah, mata akan mengeluarkan air mata sebagai respons otomatis akan kesedihan. Saat itu terjadi, menangislah sepuasnya. Keluarkanlah segala keluh kesah melalui air mata. Jangan tahan tangisanmu, buatlah diri kita merasa lega setelah menangis.

Saat sendirian, tak perlu lagi menjadi sosok sok kuat yang bertahan tanpa air mata. Itu hanya akan menumpuk beban yang membuat kita makin emosional. Lepaskanlah dengan menangis sepuasnya.

3. Baca Al-Quran
Apakah dengan menangis kesedihan langsung akan sirna? Ternyata tidak. Di lain kesempatan, ada saja hal-hal yang mengingatkan kita pada kesedihan, saat tak beraktivitas misalnya. Rasanya hanya ingin menangis, menangis, dan menangis.

Hentikan tangisanmu, segeralah ambil wudhu, dan baca kitabmu.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (QS. Yunus : 57)

Mungkin kita akan terus menangis selama membacanya. Tapi jangan hentikan bacaanmu hanya karena mata dan hidungmu terus berair. Lanjutkan membaca, fokus pada bacaan kita. Berhentilah membaca setelah hati kita benar-benar merasa damai dan tenang.

Sungguh ajaib Al-Quran ini, semakin banyak kita membaca, hati kita seperti tertata kembali. Pikiran menjadi jernih, jiwa terasa tenang, dapat pahala pula, dan insyaalloh Al-Quran memberikan syafaat di akhirat kelak.

Baca : Mengejar "Si Tampan"

4. Tertawa
Hati memang sudah tenang setelah membaca Al-Quran. Tapi, apa iya kita bisa langsung tertawa? Gimana caranya?

Banyak cara, bukan? Kita pasti tahu apa saja yang bisa membuat tertawa? Menemui kawan yang humoris, misalnya. Baca komik lucu, tonton video gokil, lakukan apa saja yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak.

Tertawa bisa membuat kita merasa lebih rileks. Menurut ilmu kesehatan, tertawa bisa mengurangi kadar hormon kortisol yang terlepas saat merasa stres dan menggantinya dengan melepas hormon endorfin yang bisa membuatmu tenang dan bahagia.

5. Berdamai
Setelah perasaan kita membaik, saatnya kita berdamai dengan keadaan. Ikhlaskan segala sesuatunya itu terjadi. Yakinlah sesuatu yang lebih indah tengah menanti setelah kita berhasil melaluinya. Jika berkaitan dengan orang lain, maafkanlah atas apa yang telah dilakukan atau sebaiknya kita yang meminta maaf lebih dulu.

Lepaskanlah~
Berdamai. Tatap ke depan dan tersenyumlah :)

Pics source : pixabay.com

1 comment:

  1. tambahan nih mbak, hunting foto. Entah apa saya aja, cuman jalan-jalan ke kota sambil bawa kamera rasanya bisa sedikit nenangin emosi. Kalau temen saya malah ada yang nyari taman terus main-main di sana aja.

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.