[Resensi] Komet - Tere Liye

Tuesday, May 29, 2018
cover via www.goodreads.com
Judul : Komet
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 384 hlm; 20 cm
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2018
Harga : Rp. 95.000,-
Sinopsis Buku:  

Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.

Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.


***


Raib, Seli, dan Ali di petualangan sebelumnya telah berhasil menggagalkan rencana Sekretaris Dewan Kota yang akan meruntuhkan pasak bumi untuk menghancurkan klan permukaan. Mereka memang berhasil, namun di waktu yang bersamaan, mereka telah melepaskan Si Tanpa Mahkota, ancaman terbesar bagi dunia paralel.

Klan Bulan, Matahari, dan Bintang pun bersatu, membentuk aliansi untuk mencari dan menangkap Si Tanpa Mahkota. Mereka tidak melibatkan Klan Bumi karena Klan Bumi memiliki level teknologi paling rendah.

Selama itu berlangsung, Si Tanpa Mahkota tidak terlihat pergerakannya. Kabarnya Si Tanpa Mahkota tengah mencari komet, sebuah tempat yang menyimpan pusaka yang akan menggenapkan kekuatan Si Tanpa Mahkota, dengan pulau kecil bertumbuhan aneh sebagai pembuka portal.

Para Petinggi Klan Bulan, Matahari, dan Bintang pun berkumpul, ditambah Raib, Seli, dan Ali. Mereka bertemu di Klan Matahari, saat penutupan Festival Bunga Matahari. Sebentar lagi peserta akan menemukan dimana bunga matahari akan mekar pertama kali.


Sungguh tak disangka, ternyata disanalah Si Tanpa Mahkota muncul, di tengah-tengah festival, saat bunga matahari akan mekar pertama kali. Dia memanfaatkan momen itu untuk membuka portal ke klan Komet. Semua orang mencegah agar Si Tanpa Mahkota tidak mendekat ke bunga matahari tetapi mereka kalah kuat. Si Tanpa Mahkota berhasil membuka portal ke Klan Komet. Sebelum portal itu tertutup, Ali loncat memasuki portal, mengikuti Si Tanpa Mahkota, disusul kemudian Seli dan Raib.

Apa yang terjadi kemudian? Silahkan baca petualangan mereka.

***

Dulu aku kira Bintang akan jadi buku terakhir Serial Bumi. Tak tahunya, di akhir buku tertuliskan,"Bersambung ke buku yang kelima, KOMET".

Baca : [Resensi] Bintang - Tere Liye

Tak salah bukan jika aku kembali mengira bahwa Komet adalah buku terakhir dari Serial Bumi, dimana semua misteri akan terungkap, siapakah Si Tanpa Mahkota? bagaimana mengalahkannya? siapakah orang tua Raib? siapakah orang tua Ali yang suka pergi ke luar negeri (meski orang-orang tak merasa ingin tahu, tapi kok aku penasaran ya)?

Nah, setelah sebelumnya baca Ceros dan Batozar, buku ke 4,5 dari Serial Bumi, dilanjutkan dengan Komet, ternyata aku menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan.

Baca : [Resensi] Ceros dan Batozar - Tere Liye

Di akhir cerita Komet tertulis...

"Perjuangan ini sama sekali belum berakhir. Dan harus menunggu lagi..."

Bersambung ke KOMET MINOR

Aakkkk rasanya kesel! Kenapa petualangan belum berakhir tapi bukunya udahan. Eh, tapi kalau sekali terbit langsung tiga buku, pusing juga sih bacanya. haha. Sebenarnya yang paling membuat kesal bukan karena harus menunggu cerita selanjutnya, tapi karena Komet ini diakhiri dengan sebuah pengkhianatan. Kan KZL.

Di bawahnya tertera...

Serta jangan lupa membaca novel CEROS DAN BATOZAR serta novel-novel pelengkap dari petualangan di dunia paralel yang akan menyusul terbit.

Aku kok punya perasaan bakal muncul buku ke 5,5 sebelum Komet Minor hadir. Nebak aja sih. Hehe. 

***

Meski fiksi, buku ini memasukkan banyak pengetahuan yang nyata. Tentang keberadaan pohon coco de mer, misalnya. Fakta tentang pohon itu berbuah (hampir) satu abad sekali rasanya tidak masuk akal, namun ternyata pohon itu sungguhlah ada. Banyak hal-hal yang tak kita mengerti, tapi pasti ada penjelasan ilmiahnya.

16 comments:

  1. Favorit, Ali.. Nyaris gak muncul lagi di Komet, nyaris terjebak di Bor-O-Bdur hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, untung Ceros nya mau ngalah.. wkwkw

      Delete
  2. kaka kaka infonya dong. jadi komet miror belum terbit ya?

    ReplyDelete
  3. Kita baca buku Komet atau Ceros dulu kak?

    ReplyDelete
  4. Pas baca aku mikir kayaknya ali sama raib saling suka deh .. apalagi pas salah satu ceros blng ke ali 😊😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi hihi
      mari kita tunggu kisah selanjutnya :)

      Delete
    2. Aku malah krasa Raib suka Ali dari sejak pertandingan basket itu, Ali juga samar2 kayaknya iya....haha...ampuni komen sok tau saya yang baru baca sampai Bintang. Maklum baru mulai baca novel ini bulan lalu hehe

      Delete
  5. Komet minor terbitnya kpn?

    ReplyDelete
  6. Palang kang Darwis nerbitin bukunya pakek gebrakan kn pusing mau baca yg mna????

    ReplyDelete
  7. Komet minor cepatlah rilis
    Aku menunggu

    ReplyDelete
  8. komet minor kapannn? aku menunggu:"

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.