Kehilangan Kartu

Senin, Maret 19, 2018
Huft. Lagi-lagi aku harus berurusan dengan satpam rumah sakit. Setelah sebelumnya aku lupa mencabut kunci motor dari stop kontak hingga motorku digiring ke pos satpam, sekarang kasusnya berbeda, aku kehilangan kartu parkir.

Baca : Lupa

Aku sudah di parkiran, ku rogoh kantong jaketku seperti biasa. Kunci, sarung tangan, masker semua ada. Eh tapi, kemana kartu parkirku? Aku tak pernah mengeluarkannya dari saku jaket. Lalu hilang dimana?


Ah yasudah. Daripada aku muter-muter mencari kartu parkir yang jatuh entah dimana, mending aku langsung ke pos satpam aja, bilang kartunya hilang. Palingan cuma disuruh bayar 10 - 20 ribu untuk pengganti kartu.

Sesampainya di pos satpam, aku diinterogasi. "Jatuh atau ketinggalan di ruangan, Mbak?"
"Saya kurang tahu e Pak. Tapi, kayaknya jatuh."
"Kalau ketinggalan, nggak papa. Kalau jatuh ini yang jadi masalah. Saya harus mengerahkan teman-teman satpam untuk mencarinya. Kalau kartu itu diambil orang yang tidak bertanggung jawab, terus ambil (mencuri) motor, dan keluar area rumah sakit menggunakan kartu itu, gimana?"

Seketika aku merasa bersalah. "Iya, juga ya."

Kemungkinan yang terjadi adalah aku sudah memasukkan kartu di kantong jaket, tapi ketika aku ingin mengambil sesuatu dari kantong, entah itu HP, masker, atau yang lainnya, mungkin kartu parkir itu ikut keluar kantong tanpa sengaja.

Setelah aku merasa yakin bahwa aku memang menjatuhkannya, Pak Satpam langsung menuju ke pos, mungkin membuat berita acara, dan aku diperbolehkan pulang, tanpa membayar uang pengganti kartu.

Tak seperti kantorku yang dulu, yang mana area parkir karyawan terpisah jauh dengan parkiran tamu, pun juga tamunya juga tak keluar masuk setiap saat. Sekarang aku bekerja di rumah sakit dimana setiap individu dari semua lapisan masyarakat bisa memasuki area rumah sakit, entah sebagai pasien, keluarga pasien, penjenguk, maupun karyawan. Dan karena 'kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan', maka apa yang disampaikan oleh Pak Satpam tadi mungkin saja terjadi. Tapi semoga saja tidak. Huhu.

Ah, mungkin kejadian ini sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati dan tidak ceroboh. Mungkin terdengar sepele, kartu parkir, tapi kalau berujung masalah, bukan hal sepele lagi bukan?

2 komentar:

  1. "kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan' waspadalah-waspadalah. Dulu bang siapa ya namanya yang mempopulerkan istilah itu di acara TV :D

    BalasHapus

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Diberdayakan oleh Blogger.