Nggak Apa-Apa!!!

Thursday, February 01, 2018
Kemarin untuk pertama kalinya sepanjang aku bekerja di rumah sakit ini, aku merasa sangat emosi yang membuatku hampir menitikkan air mata. Rekor sih sebenarnya, karena dulu di tempat kerja sebelumnya, aku merasakan emosi itu ketika belum genap sebulan bekerja. Kali ini, setelah 10 bulan berlalu, aku merasakan emosi yang meluap-luap.

Mungkin karena aku sedang mengerjakan ini dan itu, kebetulan juga sedang di akhir-akhir masa menstruasi, jadi lebih sensitif dan gampang tersinggung, jadi ketika mendapatkan sebuah pesan whatsapp, tetiba aku langsung mendidih. Aku merasa terpojokkan, aku kerja selama ini seakan tak ada hasilnya. Aku dianggap tak becus dalam bekerja.

Rasanya marah, kesal, kesuh. "Ini orang dibantuin, tapi responnya kok kayak gini ya!"

Astaghfirullah. 


Aku pun meminta temanku untuk membereskan masalah ini. Tapi, aku masih tersulut api emosi. Geram. Merasa tak biasa, temanku pun bertanya,"Mia, kamu kenapa? Ada masalah apa lagi nih?

Aku menjawab,"Nggak papa."

Aku tersenyum, hampir tertawa, teringat meme yang banyak beredar.

via me.me

HAHA. Seketika aku merasa jadi cewek itu. 

'Nggak Apa-Apa' memang bukan berarti tidak terjadi apa-apa. Bagiku pribadi, ketika aku mengucapkan kalimat tersebut, aku sedang menata perasaanku atas apa-apa yang terjadi. Daripada aku menceritakan semuanya dengan emosi yang meledak-meledak, ditambah dengan air mata yang bisa mengucur kapan saja, lebih baik aku diam dulu, menenangkan hati dan pikiranku. Setelah semuanya tenang, aku baru menceritakan kronologis ceritanya dari awal sampai akhir.

Fiyuh~

Per hari ini, emosi itu sudah mereda. Tapi yang namanya paku, ditancapkan, kemudian dicabut, tetap saja akan terlihat bekasnya. Ya sudahlah, mari kita saling memaafkan dan menjadi orang yang senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik bagi orang lain.

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.