0

Curahan Hati di Ruang PDE

"Orang-orang tahunya PDE lek-lekan (begadang) pas tahun baru aja. Setelahnya mereka nggak tahu gimana kerjanya PDE. Tiap hari pulang sore sampai malam, cuma dibayar dengan jatah makan siang dari uang pengajuan. Ada kali sebulan kita pulangnya malem terus. Tapi mereka nggak ada yang tahu gimana kita berjuang. Mbok-iya-o, dikasih uang tambahan, yang ada malah kerjaan datang terus, pembaharuan ini dan itu, tahunya aplikasi bisa memenuhi kebutuhan mereka, tanpa melihat kondisi kita gimana."

Ku terharu mendengar Bapak Koordinator PDE berbicara hari ini. Seusai rapat yang entah sedang membahas apa, beliau kembali ke ruangan dengan menyampaikan hal tersebut. Aku menangkapnya, manajemen tengah mengharapkan 'kesempurnaan' dari SIMRS yang baru diimplementasikan awal tahun kemarin. Belum semua fitur dilengkapi, manajemen sudah memikirkan inovasi baru. Jangankan fitur, kami masih mendapatkan pengaduan error dari sistem yang sedang berjalan, entah dari kesalahan user sendiri, maupun dari sistem.

0

Pendaftaran Online RSUD Dibuka Mulai Tanggal 07 Februari 2018

Woii... Sekarang daftar ke RSUD bisa ONLINE loohh...
Nggak perlu datang subuh hanya untuk ambil nomor antrian...
Nggak perlu juga beli nomor antrian di calo -- sekarang udah nggak ada ...
Nggak perlu lagi sebel dan kesel hanya karena lama antri di pendaftaran...

0

Nggak Apa-Apa!!!

Kemarin untuk pertama kalinya sepanjang aku bekerja di rumah sakit ini, aku merasa sangat emosi yang membuatku hampir menitikkan air mata. Rekor sih sebenarnya, karena dulu di tempat kerja sebelumnya, aku merasakan emosi itu ketika belum genap sebulan bekerja. Kali ini, setelah 10 bulan berlalu, aku merasakan emosi yang meluap-luap.

Mungkin karena aku sedang mengerjakan ini dan itu, kebetulan juga sedang di akhir-akhir masa menstruasi, jadi lebih sensitif dan gampang tersinggung, jadi ketika mendapatkan sebuah pesan whatsapp, tetiba aku langsung mendidih. Aku merasa terpojokkan, aku kerja selama ini seakan tak ada hasilnya. Aku dianggap tak becus dalam bekerja.

Rasanya marah, kesal, kesuh. "Ini orang dibantuin, tapi responnya kok kayak gini ya!"

Astaghfirullah. 
2

Pasca Implementasi SIMRS GOS

Aku tak menyangka tulisanku tentang SIMRS GOS mendapatkan respon yang lumayan bagus dari para pembaca, khususnya mereka yang saat ini sedang/sudah mengembangkan aplikasi tersebut. Beberapa dari mereka ada yang bertanya lewat email dan ada juga via DM instagram. Tapi mohon maaf, tidak semua dibalas, apalagi di bulan Januari ini, aku (kami) tengah sedang mengimplementasikan aplikasi gratis dari Kemenkes tersebut.


Sudah satu bulan SIMRS GOS digunakan di rumah sakit ini. Kami sepakat menggunakan aplikasi ini per 1 Januari 2018. Jadilah malam tahun baru, kami stand by di rumah sakit untuk melakukan migrasi data dari aplikasi lama. Aku tidak termasuk, biarkan para bapak-bapak yang melakukan itu semua. Setelah migrasi selesai, mereka melakukan sweeping ke pengguna, khususnya yang saat itu berada di Instalasi Gawat Darurat, instalasi yang buka 24 jam dan menjadi pengguna pertama dari aplikasi ini. Sweeping dilanjutkan ke ruangan-ruangan yang akan melakukan tindakan dan memasukkannya ke dalam sistem.
0

Bersepeda di Lingkungan Rumah Sakit

Beberapa waktu yang lalu ada masyarakat yang mempertanyakan mengapa ada yang bersepeda di dalam rumah sakit? Kok diperbolehkan? Bukankah mengganggu? Dan juga berbahaya? 
Mungkin jika aku yang ada di posisi mereka, aku juga akan mempertanyakan hal yang sama. Namun, melihat seragam si pengendara sepeda, aku yakin bahwa si pesepeda itu adalah petugas kesehatan (perawat) rumah sakit. Eh, tapi kok ada juga yang tak berseragam? Apakah mereka juga karyawan rumah sakit?
4

Suka Duka Menjadi Programmer di Rumah Sakit

Rumah sakit identik dengan dokter dan perawat. Padahal jika dilihat dari profesi yang ada di rumah sakit, ada banyak sekali jenis profesi yang ada disini. Secara garis besar, profesi yang ada di rumah sakit dibagi menjadi dua:
  1. Tenaga Medis
  2. Tenaga Non Medis
Salah satu contoh tenaga non medis yang tak banyak diketahui orang adalah programmer. Biasanya mereka ditempatkan di instalasi Teknik/Sistem Informasi. Di rumah sakit tempatku bekerja, kami sebagai programmer ditempatkan di Instalasi Pengolah Data Elektronik (IPDE). Kenapa programmer tak cukup dikenal sebagai tenaga non medis rumah sakit? Karena tak semua rumah sakit memiliki instalasi khusus untuk tim IT.
0

Menjahit: Berakhirnya Kursus Menjahit


Aku mulai kursus menjahit sejak bulan Juli 2017 dan hingga bulan Januari 2018 ini belum lulus juga. Eh tapi bulan ini menjadi bulan terakhir aku kursus menjahit lho. Aku sudah menyelesaikan semua tugas praktekku. Alhamdulillah, leganya.

Menurutku sistem yang diterapkan di LKP Fenti ini sangat menguntungkan siswanya. Bukan patokan berapa bulan kamu kursus disana, tapi seberapa cepat kamu menyelesaikan tugas yang diberikan. Aku termasuk lama, 6 bulan. Kadang aku malu sama temanku yang masuknya 3 bulan setelahku, tapi mampu menyelesaikan tugasnya berbarengan denganku. Curang!
0

Selamat Tahun Baru 2018

Selamat Tahun Baru 2018
Oke, aku tahu sekarang sudah di pertengahan bulan Januari. Sudah bukan saatnya berucap "selamat tahun baru" lagi. ๐Ÿ˜‚ Tak apa lah, ini kan postingan pertama di tahun 2018.

Aaaaakkk... Rasanya sudah lama sekali tak menumpahruahkan segalanya disini, sejak Desember pertengahan kali ya. Bukan tak ada ide tulisan, tapi segala yang terjadi di dunia nyata begitu menyita perhatian. 

Biasanya, sesampainya di meja kerja, aku langsung membuka Dasbor Blogger, tapi kemarin - kemarin, aku langsung membuka Notepad++ meneruskan pekerjaanku. Beberapa kali harus mengikuti rapat, menemui user, revisi aplikasi, membuat ku tak fokus untuk menulis. Nasib programmer kayak gini ya ๐Ÿ˜…
2

Mengatasi Error Code: 1062. Duplicate Entry

Peringatan : Tulisan ini bersifat teknis IT!

Seseorang pernah bertanya padaku, “Apa yang membuatmu bahagia?”
“Apa ya?” jawabku.

Entah mengapa aku kesulitan menjawab pertanyaan mudah seperti itu. Apa yang sebenarnya membuatku bahagia? Makan enak? Mobil mewah? Rumah megah? Keliling dunia?

Ah, rasanya tanpa itu, aku masih bisa bahagia.

Dan ternyata, salah satu yang bisa membuatku bahagia adalah ...
3

Mudahnya Mengubah .blogspot.co.id Menjadi .com

Hwa, ada yang baru lho dari blog ini!
Lihat deh URL blog nya, berubah menjadi;
www.wamubutabi.com

Aku pikir mengubah domain blog ini bakal ribet dan mahal. Harus beli domain dan hosting yang kemudian dilanjutkan prosesi pindahan yang bisa saja crash mengakibatkan tulisan lama akan hilang. Belum lagi ada bayangan setelah pindah rumah akan susah bikin tulisan baru. Ternyata itu semua hanya ketakutanku belaka. Ternyata, mudah dan murah. Lagian akunya nggak mau nanya-nanya ya. Hahaha.

Cukup Beli Domain
Tak perlu beli hosting saudara-saudara. Mindsetnya programmer gini nih, untuk menerbitkan web perlu Cpanel yang bisa diperoleh saat beli hosting. Padahal blogspot sendiri bisa jadi hosting gratis buat para blogger. Jadi, cukup beli domain saja.
Powered by Blogger.
Back to Top